Membenahi Fase
Kuhirup udara pagi yang menyejukkan setelah membuka jendela kamar. Tepat di baliknya berdiri kokoh bangunan putih berkubah dengan arsitektur yang indah dan ukiran dinding dengan lafadz Allah. “Tempat yang berbeda lagi”, ucapku di dalam hati. Aku berdiri mengamati dengan saksama setiap bangunan yang berdiri di sekitar tempat yang aku huni saat ini, lalu beralih mengamati pergerakan awan yang tidak terlihat sama sekali karena tertutup oleh kabut di pagi hari. ||Baca juga: Bukan Santri Tapi Jadi Musyrifah Entah kenapa menatap jendela dan awan adalah rutinitas yang aku sukai sejak kecil. Bukan untuk membuang-buang waktu tetapi suatu kebutuhan bagiku karena dengannya dapat rehat sejenak dari segala kerumitan yang dihadapi, mengambil waktu untuk bisa mengenali perasaan dan pikiran yang tersimpan. Belajar berdamai dan beradaptasi dengan banyak karakt...