Langsung ke konten utama

Kunci Kecukupan

     Sifat manusia yang tidak mengenal kata puas, yang terbiasa setelah berupaya akan membuat perencanaan lagi untuk menunjang seluruh kebutuhan hidupnya. Tetapi beda halnya ketika manusia itu mengenal Allah, mengenal dirinya dan ,mengenal tujuannya. Tidak hanya sibuk dalam berencana, tetapi sebagai makhluknya Allah berupaya sibuk untuk mendekat kepada yang Maha segala perencana, terbaik pula. Alih-alih berupaya terus dalam berikhtiar agar terwujud, tetapi semuanya kembali ke Allah sebagai yang Maha menentukan, yang membantu setiap makhluknya untuk mengatasi berbagai kejadian disetiap episodenya. 

    Sedikit resume kajian pagi tadi perihal kecukupan bersama Ust Rezha Rendy. Terdapat lima kunci kecukupan yang bisa kita dapatkan, yaitunya:

1. Spritualitas yang menentukan

    Menjelaskan perihal untuk setiap dari kita memiliki amalan rahasia. Katanya jangan menekuni suatu amalan untuk meraih suatu keinginan, tetapi ada baiknya untuk kita tidak mematahkan seseorang yang menginginkan kebaikan. Jadi bukanlah hal yang salah ketika kita fokus dan menambah amalan untuk meraih sesuatu.

2. Fokus niat

    Ketika kita memiliki niat yang baik, maka ikhtiar dengan maksimal. Orang yang serius dengan niatnya, maka akan membawa niat itu ke dalam doa-doanya. Minta pertolongan dari Allah, mita keberkahannya dari Allah, dan minta ridhanya Allah.

3. Meluaskan niat

    Yang dimaksud meluakan niat ialah ketika urusan yang kita niatkan berdampak untuk khalayak ramai. Tidak hanya diri sendiri, juga orangtua, keluarga dan masyarakat disekitar.

4. Bergerak dan bersahabat dengan tantangan

    Bergerak artinya kita berikhtiar, memperjuangkan dengan sepenuh hati. Hadapi prosesnya, hadapi tantangannya serta tidak tebersit didalam diri untuk mundur bahkan lari dari masalah. Karena tugas manusia bergerak bukan berhasil, manusia yang menghadapi, Allah yang mengatasi. 

 5. Pemantasan niat

    Memantaskan diri untuk meraih yang diinginkan merupakan salah satu bukti bahwa kita layak untuk niat yang kita upayakan. Dengan tidak merusak. Merusak hubungan dengan Allah yakni bermaksiat. Merusak diri sendiri dengan zalim terhadap diri sendiri, dan berprasangka buruk. Merusak orang lain dengan fitnah, iri dan dengki terhadap orang lain.

    Semoga senantiasa Allah jaga aku dan kamu semuanya dalam keberkahan juga kebaikan. Menjadi sebaik-baiknya hamba yang Allah ridha akan diri ini. serta tidak membawa mudarat bagi sesiapapun.

Allahumma Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mengenal Dirinya "Lagi"

Source: freepik.com/free-photo/tropical-beach Dia kebingungan mendeskripsikan bagaimana dirinya. Banyak orang bilang dia sangat berbeda. Jarang terdengar suaranya juga wujud aksi nyatanya dalam mengupayakan hidup yang bermanfaat.  Entah kenapa dia bisa sehening itu, padahal nyatanya jika di kesendirian dirinya berisik bukan main. Ribut sekali dikepala hingga tidak tau yang mana dulu yang harus di keluarkan. Dia sangat tersimpan, alih-alih bersembunyi, ia memilih untuk benar-benar tak terlihat. Entah apa yang membuat ia takut dan bersembunyi. Kata orang-orang dia begitu kuat, tapi ya itu hanya yang terlihat. Disaat sendiri, ia begitu rapuh. sangat rapuh. karena kenyataannya, dia sama dengan makhluk Allah kebanyakan. Yang punya akal dan perasaan, hanya saja entah bagaimana begitu rapih di sembunyikannya.  Merasa sesak saat berada di suatu lingkungan, membuat ia terus berusaha untuk menemukan bagaimana dirinya yang benar dan utuh itu. Banyak karakter yang ditemui, semakin luas ...

Kenapa Tubuh Kita Sering Kelelahan Padahal Tidak Sibuk? Berikut Penjelasannya

Source: unsplash.com/riffaay Firmansyah Pernah enggak sih kamu merasa capek, padahal seharian itu kamu nggak melakukan aktivitas yang berat? Nggak lembur. A ktivitas fisik juga ngga banyak. Bahkan kamu sadar betul sebagian waktu itu dihabiskan hanya dengan rebahan atau scrolling HP tanpa ada batas waktu. Tapi entah kenapa, badan rasanya lelah, pikiran penuh dan hati juga terasa kosong. Kalau kamu pernah merasakannya ciri-ciri ini, kamu tidak sendirian. Capek Itu Tidak Selalu Soal Fisik Selama ini banyak orang (termasuk saya) yang menganggap capek itu identik dengan aktivitas fisik. Padahal kamu perlu tahu ada jenis kelelahan lain yang sering tidak kita sadari yaitu adalah lelah mental dan emosional Kamu mungkin terlihat santai dari luar, tapi dari dalam, pikiranmu penuh yang bersatu padu dengan kecemasan. Entah darimana kecemasan itu, tapi bawaannya banyak hal yang dikhawatirkan. Dunia yang tidak pasti, penilaian orang yang “tidak sadar” mengotori hati, prasangka yang “terasa” menyak...